بَابُ المَعْرِفَةِ وَالنَّكِرةِ
bab makrifat dan nakirah
وَإِنْ تُرِدْ تَعْرِيف الاِسْمِ النكرة … فَهْوَ الَّذي يَقْبَلُ أَلْ مَؤَثِّرَهْ
Jika kamu ingin mendefinisikan isim nakirah, maka ia adalah isim yang menerima alif0lam seraya memberikan pengaruh ma'rifat
وَغَيرُهُ مَعَارِفٌ وتُحْصَرُ … فِي سِتَّةٍ فَالأَوَّلُ مُضْمَرُ
Selain isim nakirah adalah isim ma'rifat , dan isim ma'rifat itu teringkas didalam enam macam, maka isim ma'rifat yang pertama adalah isim dlomir
يُكْنَى بِهِ عَنْ ظَاهِرٍ فَيَنْتَمِي … لِلْغَيْبِ والْحُضُورِ والتَّكَلمِ
yang mana ia dibuat sebagai sebutan kata pengganti dari isim zohir, maka isim dhomir itu digolongkan menjadi dhomir ghoib (dia, dia berdua, mereka), dhomir hadir (kamu, kamu berdua, kalian) dan dhomir takallum (saya, kita, dan kami)
وَقَسَّمُوهُ ثَانياً لِمُتَّصِلْ … مُسْتَتِرٍ أَوْ بَارِزٍ أَوْ مُنْفَصِلْ
Dan ulama’ membagi dlomir untuk yang kedua kalinya menjadi (1) dhomir muttasil yang mustatir atau bariz, atau (2) dhomir munfasil
ثَانِي المَعَارِفِ الشَّهِيرُ بِالْعَلَمْ … كَجَعْفَرٍ وَمَكَّةٍ وَكَالحَرَمْ
isim ma'rifat yang kedua adalah isim yang dikenal dengan sebutan isim alam (nama bagi sesuatu), contohnya adalah lafadz Ja'far (nama manusia) , Makkah (nama kota) dan haram (nama gelar untuk kota mekkah dan madinah)
وَأُمُّ عَمْرٍو وَأَبي سَعِيدٍ … وَنَحْوِ كَهْفِ الظُّلْمِ وَالرَّشَيْدِ
Dan seperti lafadz "ummu amr" (nama marga/alam kinayah) dan "abi said" (nama marga/kinayah) , dan seperti "kahfi zulmi" (nama gelar/alam laqob) dan "rosyid" (nama gelar/alam laqob)
فَمَا أَتَى مِنْهُ بِأُمٍّ أَوْ بِأَبْ … فَكُنْيَةٌ وَغَيْرُهُ اسْمٌ أَوْ لَقَبْ
maka, Setiap isim alam yang di dahului lafadz "umm" atau "ab" maka ia adalah alam kunyah atau alam kinayah, dan selain dari alam kunyah adalah alam isim dan alam laqob
فَمَا بِمَدْحٍ أَوْ بِذَمٍّ مُشْعِرُ … فَلَقَبٌ وَالاِسْمُ مَا لاَ يُشْعِرُ
naka isim alam yang menunjukkan pujian atau celaan itu adalah alam laqob, alam isim adalah isim alam yang tidak menunjukkan pujian dan celaan
ثَالِثُهَا إِشَارَةٌ كَذَا وَذِي … رَابِعُهَا مَوْصُولُ الاِسْمِ كَالَّذِي
isim ma'rifat yang ketiga adalah isim isyarah, contohnya seperti "dza" (ini, untuk musyar ilaih mudzakar), dan "dzi" (ini, untuk musyar ilaih mu'anas), isim ma'rifat yang keempat adalah isim mausul contohnya seperti "alladzi"
خَامِسُهَا مُعَرَّفٌ بِحَرْفِ أَلْ … كَمَا تَقُولُ فِي مَحَلِّ المَحَلْ
isim ma'rifat yang kelima adalah isim yang dima'rifatkna dengan alif-lam diawalnya, seperti ucapanmu pada lafadz "mahal" menjadi lafadz "al-mahal" (lafadz "mahal" contoh asal kalimah isim yaitu bentuk nakirohnya, sedangkan lafadz "al-mahal" merupakan contoh isim ma'rifat dengan menambahkan alif-lam diawalnya)
سَادِسُهَا مَا كَانَ مِنْ مُضَافِ … لِوَاحِدٍ مِن هذِهِ الأَصْنَافِ
isim ma'rifat yang keenam adalah isim yang di mudlofkan pada salah satu kelompok-kelompok isim ma'rifat ini
كَقَوْلِكَ ابْنِي وَابْنُ زَيْدٍ وَابْنُ ذِي … وَابْنُ الَّذِي ضَرَبْتُهُ وَابْنُ الْبَذِي
Contohnya Seperti ucapanmu, "ibni" (anaku, contoh untuk isim yang mudhof pada isim shomir), "ibnu Zaidin" (anak zaid, contoh untuk isim yang mudhof pada isim alam), "ibnu dzi" (anak orang ini, contoh untuk isim yang mudhof pada isim isyaroh), "ibnu alladzi dlorobtuhu" (anak dari orang yang saya pukuli, contoh utntuk isim yang mudhof pada isim maushul, dan lafadz "ibnul badzi" (contoh untuk isim yang mudhof pada isim yang mempunyai alif-lam ma'rifat diawalnya)
