بَابُ مَرْفَوعَاتِ الأَسْمَاءِ
Bab isim-isim yang di baca rafa
مَرْفُوعُ الاسْمَا سَبْعَةٌ نَأْتي بِهَا … مَعْلُومَةَ الأَسْمَاءِ مِنْ تَبْوِيبِهَا
Isim-Isim yang dirofa'kan itu ada tujuh macamnya, yang akan kita datangkan secara maklum dari bab-bab nya.
فَالْفَاعِلُ اسْمٌ مُطْلَقاً قَدِ ارْتَفَعْ … بِفِعْلِهِ وَالْفِعْلُ قَبْلَهُ وَقَعْ
(isim rofa' pertama adalah fa'il) Fail adalah isim yang mutlak yang di rofa'kan oleh fi'ilnya, dan fi'il itu jatuh (berposisi) sebelum fail
وَوَاجِبٌ فِي الْفِعْلِ أَنْ يُجَرَّدَا … إِذَا لِجَمْعٍ أَوْ مُثَنَّى أُسْنِدَا
Fi'il itu wajib dikosongkan dari dhomir tasniah atau dhomir jama' jika fi'il itu disandarkan kepada fa'il dzohir berbentuk jama atau tasniah
فَقُلْ أَتَى الزَّيْدَانِ وَالزَّيْدُونَا … كَجَاءَ زَيْدٌ وَيَجِي أَخُونَا
Maka ucapkan lah : أَتَى الزَّيْدَانِ وَالزَّيْدُونَ, (telah datang dua orang bernama zaid dan beberapa orang bernama zaid) seperti lafadz " جَاءَ زَيْدٌ, (zaid telah datang) dan seperti lafadz يَجِي أَخُونَا (saudara kita bakal datang)
وَقَسَّمُوهُ ظَاهِراً وَمُضْمَرَاً … فَالظَّاهِرَ اللَّفْظُ الَّذِي قَدْ ذكِرَا
Para Ulama membagi fail kepada fa'il dzohir dan fa'il mudhmar (berbentuk isim dhomir), Fa'il dzohir itu adalah lafaz yang sudah disebutkan contohnya, (yaitu lafadz : zaidun, zaidani, dan zaiduna pada baik ke empat di bab ini)
وَالمُضْمَرُ اثْنَا عَشَرَ نَوْعاً فُسِّمَا … كَقُمْتُ قُمْنا قُمْتَ قُمْتِ قُمْتُمَا
Fail mudhmar itu dibagi menjadi dua belas macam, yaitu seperti lafadz : "qumtu" (saya telah berdiri), "qumna" (kita telah berdiri), "qumta" (kamu telah berdiri), "qumti" (kamu seorang wanit telah berdiri), "qumtuma" (kamu berdua telah berdiri) ...
قُمْتُنَّ قُمْتُمْ قَامَ قَامَتْ قاما … قَامُوا وَقُمْنَ نَحْوُ صُمْتُمْ عَامَا
"Qumtunna" (kalian wanita telah berdiri), "qumtum" (kalian pria telah berdiri), "qoma" (dia seorang pria telah berdiri), "qomat" (dia seorang wanita telah berdiri), "qomaa" (dia dua orang pria telah berdiri), "qomuu" (merkea para pria telah berdiri), "qumna" (mereka para wanita telah berdiri, seperti itu pula lafadz "sumtum aaman" (kalian pria telah berpuasa selama setahun)
وَهَذِهِ ضَمَائرٌ مُتَّصِلَهْ … وَمِثْلُهَا الضَّمَائِرُ المُنْفَصِلَهْ
Ini adalah fail mudhmar berupa isim dlomir yang muttasil, dan seperti itu pula hukumnya dlomir munfasil
وَغَيْرُ ذَيْنِ بِالْقِيَاسِ يُعْلَمُ … كَلَمْ يٍقُمْ إِلاَّ أَنَا أَوْ أَنْتُمُ
Selain dua ini (dhomir bariz muttashil dan dhomir bariz munfashil) itu dapat diketahui dengan dikiaskan seperti lafadz لَمْ يٍقُمْ إِلاَّ أَنَا أَوْ أَنْتُمُ (tidaklah berdiri kecuali saya atau kalian)