BAB KANA WA AKHWATUHA



كَانَ وَأَخَوَاتُهَا
Bab Kana dan Saudara-Saudaranya


اِرْفَعْ بِكَانَ الْمُبْتَدَا اسْمًا وَالْخَبَرْ # بِهَا انْصِبَنْ كَكَانَ زَيْدٌ ذَا بَصَرْ
Rofakkanlah mubtada' dengan kana menjadi isim dan (nashobkan) khobar # Nashobkan (khobar) dengan kana, seperti كَانَ زَيْدٌ ذَا بَصَرْ (Zaid adalah orang yang memiliki penglihatan hati)

كَذَاكَ اَضْحَى ظَلَّ بَاتَ اَمْسَى # وَهَكَذَا أَصْبَحَ صَارَ لَيْسَا
Demikian itu juga اَضْحَى (waktu dluha) ظَلَّ (waktu siang) بَاتَ (waktu malam) اَمْسَى (waktu sore) # Demikian ini أَصْبَحَ (waktu pagi) صَارَ (menjadi) لَيْسَ (tidak/bukan).


فَتِئَ وَانْفَكَّ وَزَالَ مَعْ بَرِحْ # اَرْبَعُهَا مِنْ بَعْدِ نَفْيٍ تَتَّضِحْ
فَتِئَ (henti-hentinya) اِنْفَكَّ (henti-hentinya) زَالَ (henti-hentinya) بَرِحَ (henti-hentinya) # Keempatnya itu jatuh setelah huruf nafi sudah menjadi jelas


كَذَاكَ دَامَ بَعْدَ مَا الظَّرْفِـيَّةْ # وَهِيَ الَّتِيْ تَكُوْنُ مَصْدَرِيَّةْ
Demikian pula دَامَ (selama) jatuh setelah ma dhorfiyyah # Yaitu ma yang menjadi masdariyyah (sebagai alat menakwilkan fiil sesudahnya dengan masdar)


وَكُلُّ مَا صَرَّفْتَهُ مِمَّا سَبَقْ # مِنْ مَصْدَرٍ وَغَيْرِهِ بِهِ الْتَحَقْ
Dan setiap lafadz yang telah kamu tashrifkan dari lafadz yang dahulu (telah disebutkan) # Baik berupa masdar atau selainnya, telah disamakan (hurkumnya)


كَكُنْ صَدِيْقًا لَا تَكُنْ مُجَـافِيَا # وَانْظُرْ لِكَوْنِيْ مُصْبِحًا مُوَافِيَا
Seperti كُنْ صَدِيْقًا لَا تَكُنْ مُجَـافِيًا (jadilah orang yang benar dan jangan jadi orang yang bengis) # Dan اُنْظُرْ لِكَوْنِيْ مُصْبِحًا مُوَافِيًا (lihatlah padaku telah menjadi orang yang menepati janji)