BAB INNA WA AKHWATUHA



اِنَّ وَأَخَوَاتُهَا

Bab Inna dan Saudara-Saudaranya


تَنْصِبُ اِنَّ الْمُبْتَدَا اسْمًا وَالْخَبَرْ # تَرْفَعُهُ كَاِنَّ زَيْدًا ذُوْ نَظَرْ

Inna menashobkan mubtada' menjadi isimnya dan (merofakkan) khobarnya # Dan inna merofakkannya (khobar), seperti اِنَّ زَيْدًا ذُوْ نَظَرٍ (Sesungguhnya Zaid memiliki pengamatan/kecermatan)


وَمِثْـلُ اِنَّ اَنَّ لَيْتَ فِى الْعَمَلْ # وَهَكَذَا كَأَنَّ لَكِنَّ لَعَلْ

Seumpama lafadz inna yaitu اَنَّ (sesungguhnya/bahwa) لَيْتَ (andai) di dalam pengamalannya # Demikian pula كَأَنَّ (seperti bahwa) لَكِنَّ (tetapi) لَعَلَّ (agar/supaya/semoga)


وَاَكَّدُوْا الْمَعْنَى بِاِنَّ اَنَّ # وَلَيْتَ مِنْ اَلْفَاظِ مَـنْ تَمَنَّى

Kuatkalah makna dengan menggunakan اِنَّ اَنَّ # Dan لَيْتَ termasuk lafadz-lafadz orang yang mengharap (sesuatu yang tidak pasti)


كَأَنَّ لِلتَّشْبِيْهِ فِى الْمُحَاكِى # وَاسْتَعْمَلُوْا لَكِنَّ فِى اسْتِدْرَاكِ

كَأَنَّ berfaedah untuk tasybih (penyerupaan) di dalam pembicaraan # Dan para ahli nahwu menggunakan لَكِنَّ di dalam istidrak (penyusulan kalimat)


وَلِتَّرَجٍّ وَتَّوَاقُّعٍ لَعَلّْ # كَقَوْلِهِمْ لَعَلَّ مَحْبُوْبِيْ وَصَلْ

لَعَلَّ berfaedah untuk tarajji (mengaharapkan sesuatu yang pasti) dan tawaqqu' (kejadian yang akan terjadi) # Seperti perkataan ulama' لَعَلَّ مَحْبُوْبِيْ وَصَلَ (semoga kekasihku sampai/datang)